Backpacking dengan alergi
Lebih dari satu dekade yang lalu, saya menganggap diri saya seorang backpacker yang rajin. Rasanya tidak biasa bagi saya untuk mendaki ke danau terpencil dengan semua perlengkapan dan makanan saya dimuat ke dalam ransel. Masalah perut yang ternyata adalah alergi makanan yang tertunda menghambat antusiasme saya untuk beraktifitas.

Sekarang, saya sedang mempersiapkan perjalanan backpacking pertama saya dalam 12 tahun. Terakhir kali saya menuju ke hutan adalah ketika putri saya masih di sekolah menengah. Tidak, ini bukan krisis paruh baya yang mendorong saya untuk membersihkan peralatan backpacking saya. Anak saya memiliki kenangan yang indah tentang backpacking dengan orang tuanya dan telah mengundang kami untuk ikut dengannya dalam beberapa perjalanan singkat.

Perjalanan mobil secara teratur telah menimbulkan masalah bagi saya karena saya memiliki banyak alergi makanan. Saya telah mengatasi masalah dengan membawa banyak makanan saya sendiri dan membatasi makan di luar. Menemukan makanan "aman" untuk backpacking merupakan tantangan di tingkat lain. Tentu, saya masih membawa barang-barang bebas alergen saya sendiri, tetapi apa pun yang saya kemas harus ringan yang menyingkirkan makanan biasa.

Backpackers biasanya mengemas makanan yang mudah disiapkan yang sudah dikemas sebelumnya dan dapat disiapkan dengan hanya menambahkan air untuk merehidrasi makanan beku-kering atau dehidrasi. Sayangnya, makanan tersebut sarat dengan banyak makanan yang perlu saya hindari, seperti susu, gluten, kacang polong dan telur.

Dalam pencarian saya untuk menemukan makanan yang cocok, saya menemukan beberapa perusahaan yang memproduksi makanan backpacking sudah mulai memperhatikan fakta bahwa ada vegan dan orang-orang dengan sensitivitas gluten. Ada juga perusahaan yang memproduksi makanan organik.

Saya tidak berharap perusahaan menyiapkan makanan untuk individu seperti saya dengan berbagai kepekaan terhadap makanan. Rencana saya adalah membeli makanan beku-kering dan menyiapkan makanan aman saya sendiri.

Saya menemukan semua jenis sayuran beku-kering, daging dan buah-buahan di nutsonline.com, dan beprepared.com. Saya membeli wortel, brokoli, asparagus, seledri, ayam, stroberi, blueberry, nanas, campuran sup kering, susu bubuk kedelai, beras merah dan quinoa. Saya bisa membuat berbagai makanan dan makanan ringan dari bahan-bahan ini serta beberapa barang yang sudah saya miliki di dapur saya.

Berikut adalah resep untuk sereal sarapan bebas alergen cepat yang dapat dimakan di rumah atau dibawa bersama backpacking atau berkemah.

Sereal sarapan tanpa masak

Bahan

2 T. serpihan kelapa tanpa pemanis
2 T. biji labu mentah atau bunga matahari
1 T. chia atau biji rami
2-4 T. quinoa serpihan
1 protein beras T. vegan
½ sdt. kayu manis
½-3/4 air mendidih
Pemanis pilihan
½ cangkir blueberry yang rehidrasi atau yang segar
2 T. susu kedelai bubuk

Persiapan pra-perjalanan: menggiling biji dan kelapa dalam penggiling kopi. Pindahkan ke wadah dan campur dengan bahan kering lainnya. Tuang ke dalam kantong plastik ritsleting. Tempatkan blueberry di kantong terpisah. Rehidrasi semuanya saat siap dimakan dan dinikmati.





Petunjuk Video: SECRET VILLAGE IN SUKABUMI: CIPTAGELAR | BackpackerTampan ft. Xtravelove (Oktober 2020).